Belum Punya Judul



Cowok itu terlihat berlari kecil – kecilan untuk berteduh karena hujan yang turun sangat deras sehingga membuatnya untuk mencari tempat istirahat sebentar, sesekali dia melihat jam yang di tangan nya, kecemasan nya pun terlihat dari raut wajah, dia mulai gelisah karena hujan tak kunjung reda,

5 menit 10 menit 15 menit bahkan sudah setengah jam hujan pun masih memperlihatkan keadaan bahwa ia tak akan reda dalam waktu yang singkat. Nekad pun si cowok untuk menerobos hujan, basah tak dihiraukan nya lagi, ia terus melaju berjalan kaki karena sesekali ia berlari agar cepat sampai pada tujuan nya.

Seketika sampai d tempat tujuan cowok itu tak kuasa menahan rasa sakit nya
“TIIIIIIIIIIIIDAAAAAAAKKKKKK..........”. teriak nya sekencang – kencang nya...
“Oh Tuhan kenapa secepat itu.....” terlihat di genggaman nya sebuah kotak kecil yang berisi cincin.
“ Cincin ini Tuhan belum sempat terpakai di jarinya “
cowok itu pun mulai menangis di antara rintikan hujan yang semakin menderas, orang – orang yang melihatnya pun menangis bahkan alam pun ikut menyaksikan kebisuan di hari itu...

perlahan dia mulai bangkit mendekati jenazah. Iyaaa... jenazah itu adalah pacar nya... ia mulai membuka kain penutup kepala pacarnya, tubuh nya yang kaku, bahkan jenazah itu terlihat senyum di bibirnya seakan mengatakan bahwa ia bahagia mempunyai kekasih yang seperti itu..

cowok itu mulai mendekati wajah pacarnya, mencium di kening nya tak terasa air mata sang cowok jatuh bercucuran, entah mengapa di saat yang bersamaan jenazah tersebut ikut mengeluarkan air mata, seekan merasakan kesedihan yang di alami pacarnya.

Cowok itu mulai mendekatkan mulutnya ke telinga sang mayat dan mulau berbisik..
“ aku bahagia memilikimu, bahkan kebahagian yang ku punya Cuma kamu sayang, tak ada kata yang dapat aku ucapkan untuk menggambarkan kebahagian ku memilikimu sayang, terima kasih yaaa waktu yang kau berikan kepadaku, perkenalan awal kita tak pernah aku lupakan, hari ini aku berusaha untuk membelikan sebuah cincin yang pernah kau inginkan dulu...”

“ aaahhhhh maafin aku yaa, aku baru bisa membelinya sekarang dan memberikan mu di saat yang sudah gak tepat tapi aku yakin kau di sana pasti bahagia,,,,”

“ ketika penjagaanku kepada mu telah usai kini kau berpulang kepada yang lebih menyayangimu, aku ikhlas sayang....”

“ tunggu aku di sana yaaa....”

“ nanti ketika aku akan pulang jemput aku di jembatan siratal mustakim “

“ I Love You Sayang dan selamat jalan”

Keheningan hari itu pecaaahhhhhh hanya terdengar  suara isak tangis dari semua yang berada di tempat itu, semua prosesi untuk mengantarkan jenazah ke tempat perisitrihatan terakhir di hiasi hati yang berkabut...

            Semenjak kejadian itu, cowok itu bertekad untuk bekrja keras, hari demi hari bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun di lalui nya hanya di fokuskan nya untuk bekerja. Ia menekuni semua pekerjaan yang di laluinya bahkan ia sudah mendirikan masjid di beberapa daerah, berkeliling ke luar negeri bahkan untuk ia telah memberangkatkan kedua orang tua angkat nya naik haji. Namun tiba pada suatu hari, tepat di hari yang sama di jam yang sama di tempat yang sama di tanggal yang sama, tahun nya saja yang berbeda, hujan turun begitu deras, deras sekali... entah kenapa air matanya tiba – tiba jatuh di pipinya, ia merasakan ada keanehan kenapa ia tiba – tiba merasakan kesedihan yang mendalam, ia berhenti sejenak tepat d tempat ia berteduh waktu itu, seketika ia langsung menangis, menangiiisss, semua masih terlihat jelas di pelupuk matanya, kejadian yang waktu itu seakan kembali, cowok itu membatin

“ Oh Sayaaaaaaang,,,,,,aku merindukan mu.....”
“ Pertemukan aku Tuhan, walau hanya 5 menit untuk sekedar berbincang menuangkan segala yang ada di hati “
“ Oh Perlipur laraaaaa.... “

            Cowok itu lalu memutuskan untuk pergi ke makam pacarnya, setelah bertahun – tahun berkelana, ALYA ZHAKILA Binti KIFLI MUHAMMAD nama yang tertera di batu nisan tak mampu membendung air matanya. Cowok itu pun menangis sejadi – jadinya di makam pusara pacarnya, sementara ia masih menangis seseorang mendekatinya.

“ kamu pasti merasa sakit sekali ketika melihat nama yang ada di batu nisan tersebut” sapa orang tersebut.

“ iya, sakit banget “ jawab nya

“ lalu kalau kamu merasa sakit apa kamu akan terus tinggal di dalam nya dan bersama kenangan – kenangan itu  ? “ tanya orang itu

“ kalau pun ini yang meringankan aku, aku akan terus bersama kenangan – kenangan itu “ cowok itu menjawab sambil melihat langit

“ bagaimana mungkin kamu mengatakan itu meringankan tetapi kamu menangis ?

“ kamu salah, ini airmata rindu, rinduuuu pada seseorang pada dirinya kepada nama yang tertera di batu nisan” cowok itu mencoba menceritakan apa yang menjadi pilu di dadanya.

“ iya aku tau, aku tau sakit yang kamu derita, tapi apakah kamu tak ingin bangkit dari setiap keadaan yang membuat mu sakit ? “ tanya orang itu lagi.

“ aku ingin, ingin sekali tapi untuk menemukan sosok sepertinya lagi itu tak akan ada lagi “ cowok itu masih dengan pendapatnya

“ iya itu betul tapi kita manusia di ciptakan dari keunikan kita masing – masing, kamu tak akan pernah mendapatkan kepribadian seperti pacarmu lagi, karena dia telah pergi bersama keunikannya “ orang itu mencoba memberi masukan kepada cowok itu

“ kamu betul, tapi aku harus memulai dari mana ? “ ia mencoba mengerti omongan orang itu

“ kamu gak perlu memulai dari mana, kamu hanya perlu mengubur kisah kamu bersamanya tanpa harus berbalik “

“ Makasih yaaa nasehatnya “
“ kenalkan nama saya FATHUR BRAMANTYA” cowok itu memperkenalkan dirinya

“ aku AHITA KHOM “
“ aku sering di panggil KHOM”
“ jadi kamu boleh memanggil ku Hita atau Khom “

“ Baiklah aku akan memanggil mu Hita” tawaran cowok itu

“ baiklah kalau begitu aku akan memanggil mu Athur”

            Lalu mereka pun pergi meninggalkan kuburan tersebut, angin angin bertiup dan daun – daun berjatuhan di sekeliling kuburan seakan merelakan sesuatu yang telah pergi dan menyetujui setiap pendapat orang. Hari itu segala pelik yang ada di dalam hati Fathur seakan menjadi ringan, kesedihan yang di alaminya selama bertahun – tahun seakan – akan hilang begitu saja yang tak tahu di mana keberadaan nya. Hari itu Ia memutuskan hanya mempunyai rencana untuk berkeliling kota untuk mencari sesuatu yang ia pun tak tahu apa yang ingin di carinya. Ia mulai menelusuri tiap pinggiran kota, berjalan kaki dan menikmati setiap pandangan nya. Tak lama kemudian ia melihat toko buku sastra, ia mencoba masuk untuk melihat buku – buku yang ada di dalam toko tersebut, jelas terlihat nama toko itu AHITA KHOM, ia tiba – tiba mengingat Hita, ia mencoba membeli satu buku yang berjudul GELAP HATIKU, ia pun membayar kepada kasir nya namun rasa penasaranya kepada sang pemiliki toko ia mencoba menanyakan kepada kasir.

Fathur : “ ehhmm Mba yang punya toko ini siapa yaa ? “

Kasir : “ owh, yang punya toko ini AHITA KHOM mas, kenapa memang nya ? “

Fathur : “ oh gak papa si mba Cuma penasaran aja “, “ yang punya tokonya kemana mba?

Kasir : “ yang punya toko udah jarang kesini mas, dia hanya mengontrol kami melalui hp, kalau pun ada buku – buku yang kurang kami yang ngehandle sendirinya, kami tinggal memberi tahu via e_mail, “

Fathur : “memang nya kenapa bisa begitu mba ?“

Kasir : “ Panjang ceritanya mas, kalau mas mau mari kita ngobrol di sini sambil ngopi.”

Fathur : “ oh iya iyaa,, mariii”

Kasir : “ Jadi gini mas, mba Khom itu orang nya cerdik jenius, bahkan humoris, mba Khom orang yang tegar,bahkan setiap masalah yang di hadapinya ia bisa setegar baja,kadang kalau mba Khom udah banyak cerita dan sering tertawa berarti dia lagi punya masalah, ia hanya gak mau di anggap remeh, tapi dulu aku pernah nemuin mba Khom nangis d toilet “.  ( sambil membuatkan kopi kasir itu mulai bercerita )

Fathur : “ lalu apa yang membuatnya udah gak pernah ke toko ini lagi ?”

Kasir : “ semenjak kepergian pacarnya 3 tahun yang lalu, ia terpuruk, mbah Khom Kacau bahkan toko ini hampir di tutupnya, kami melarangnya, kami kasihan kepadanya, kami mencoba menghiburnya sampai pada suatu hari, aku ngomong ke mbah Khom, * Mba,kalaupun hati mba tak di sini lagi, biarkan kami menjaga toko ini, mba silahkan berkeliling kemana mba pergi, aku akan mengurus semua isi toko jadi mba gak perlu repot – repot untuk mengurus toko ini * dan ia pun mempercayai saya untuk urusan toko ini dan Alhamdullilah 3 tahun ini toko ini makin ramai di kunjungi orang – orang”.

Fathur : “ boleh aku minta alamat rumah Ahita ? “

Kasir : “ hmmmm ia boleh, karena aku percaya mas akan mengembalikan senyuman mbah Khom lagi, * sembari mencatatkan alamat Ahita Khom*
Ini mas alamatnya, titip mbah Khom yaa mas, sampein salam ke dia bilang kalau anak – anak kangen sama dia “.

Fathur : “ Iya, makasiih yaa. Nanti aku sampaikan salamnya “. “ yaudah kalau gitu aku pamit pulang yaa, makasih juga udah mau berbagi cerita “.

Kasir : “ iya sama- sama mas “

            Sepulang di rumah Fathur mulai merasa penasaran sama kisah yang di ceritakan kasir tadi, ia merasa terpanggil untuk menemui Ahita, namun niat itu di urungkan nya terlebih dahulu karena ia merasa moment untuk menemui Ahita belum pas, setelah seminggu kejadian dari toko buku itu, Fathur mencoba jalan – jalan ke alamat yang ada di secuil kertas, dan ketika ia sampai di alamat yang di tuju ternyata rumah tersebut sudah di jual sang pemiliknya. Ia mulai bingung kenapa rumah ini terjual lalu kemana perginya sang pemilik rumah, fathur mulai bertanya – tanya dalam hati, kemana aku akan mencarinya, ke toko pun alamat yang di kasih Cuma ini gak ada yang lain. Ia mencoba menanyakan kepada tetangga nya namun tak ada yang tau kemana perginya. Rumah itu udah kosong sebulan. Fathur mulai merasa penasaran sama kehidupan Ahita. Tak jauh dari sekitar rumah ia menuju masjid, ia menunaikan sholat terlebih dahulu lalu akan melanjutkan pencarian sosok yang mulai membuat nya penasaran.

            Selesai sholat Fathur melihat jam di tangannya ternyata sudah pukul 07.30 WIB, ia mencoba mencari warung makan yang dekat sekitar rumah tersebut. Ia masuk ke warung dan memesan ayam bakar yang menjadi favoritnya ketika masih bersama Alya,sembari ia mulai makan ia berpikir kemana ia akan mencari Ahita. Selesai makan ketika akan membayar makanannya, ia terkejut, ia bertemu mantannya namun tak ada percakapan antara ia dan mantannya, yang terjadi hanyalah saling tatap dan mantannya pun pergi sambil menyeka air mata di pipinya, baru saja niat fathur ingin bertanya mantannya sudah jauh, fathur heran kenapa mantanya berpenampilan seperti itu, rok pendek dan baju singlet padahal dulu bahkan untuk melihat sehelai rambutnya pun tak bisa, apa yang terjadi kepadanya. Fathur berusaha mengejar namun ia belum membayar makananya dan alamat yang di kantung jaketnya pun jatuh, ia mengurungkan niatnya untuk mengejar mantannya. Karena ia merasa hari ini itu tujuannya untuk mecari di mana keberadaan Ahita.

            Keesokan harinya ia mulai lagi untuk mencari Ahita, tiba – tiba ia bertemu teman nya dulu sewaktu masih bersama – sama Alya,ia bertemu temennya di dekat warung kopi,ia menyapa temannya itu dan ia mengajak ngopi bareng sambil bercerita masa lalu

Fathur : “ eh mas Jun yaa “

Jun : “ eh iyaa, Fathur kan Fathur Bramantya ? “

Fathur : “ iya mas, masa lupa sih “

Jun : “ gak lupa hanya sedikit meyakinkan, hahahaha candaa yaa “

Fathur : “ ah mas bisa aja, marii ngopii dulu mas”

Jun : “ iyaa mari....”

Fathur memesan kopi.

Jun : “ Gimana kabar Alya Thur ? “

Fathur : “ Alya udah lama pergi ke sang Khalik mas. “

Jun : “ masa sih ? kapan ? kenapa kamu gak ngabari ?

Fathur : “ Kejadiannya udah lama sih mas, udah 13 tahun yang lalu, perginya pun mendadak, makanya aku sekarang seperti pengembara yang ada di negeri orang “

Jun : “ maafin aku yaa Thur aku gak bermaksud menyinggung perasaan mu, tapi aku bener – bener gak tahu kejadiannya. “

Fathur : “ iya gak papa mas, aku ngerti kok, terus mas apa kabar ? “ udah berapa anaknya ? “

Jun : “ aku baik kok,istri aku sekarang lagi di kampungnya, anak aku udah sepaket, yang satu udah kelas 2 SD dan yg satunya masih 5 bulan” .

Fathur : “ waaah,,,, selamat yaa mas”

Jun : “ iya makasih Thur, jadi gimana kehidupan mu sekarang ? “

Fathur : “ Alhamdullilah mas, aku udah bisa berangkatin ibu dan bapak angat aku ke mekkah naik haji. “

Jun : “ waaahhh, Alhamdullilah Thur..” “ gimana kabar mereka ? “

Fathur : “ Baik mas, “

Jun : “ Jadi apa sekarang yang menjadi priritasmu setelah Alya gak ada ?”

Fathur : “ awalnya sih aku berusaha buat kerja sampai aku lupa pada akhirnya aku memang membutuhkan pendamping, dan sekarang aku lagi mencari seseorang yang keberadaannya pun aku tak tahu”.

Jun : “ kamu ini gimana sih Thur nyari orang tapi keberadaan nya kamu sendiri gak tahu “.

Fathur : “ iya mas, susah nemuin nya, penasaran aja kau sama kehidupannya, seolah – olah ngebuat aku harus mendapatkannya”.

Jun : “ emang siapa sih Thur namanya ? “

Fathur : “ Ahita mas, Ahita Khom..”

Jun : “ bentar – bentar Thur, Ahita Khom yang kamu maksud itu yang punya toko buku yang namanya sendiri itu ? “

Fathur : “ iya mas, kok mas tau sih ? “

Jun : “ Kalau itu aku tau Thur, siapa yang gak kenal Ahita, cewek mandiri yang hobbinya traveling kemana – mana...”

Fathur : “ Jadi soal rumah yang di jual nya mas pun tahu ? “

Jun : “ Iya tau, orang dulu dia sekantor ma aku, tapi dia resign dan dia menjual rumahnya, terakhir dengar kabar dia hidup berpindah – pindah, hanya bermodalkan tas carrier tenda sama perlengkapan kemah gitu, aku pun gak paham sama hidupnya,,”

Fathur : “ owalah kalau gitu kemana aku akan mencarinya, alamat gak ada, hidupnya pun pindah – pindah... “

Jun : “ eh gini coba deh kamu hubungin dia via e_mailnya ahita.Khom@gmail.com seingat aku dulu nama email nya gitu, dia aktif kok di sosmed, soalnya denger denger dia ngehadndle tokonya lewat email doang..”

Fathur : “ Owh ok deh mas, aku coba ngubungin dia via email, owh iya makasih yaa mas atas infonya... “

Jun : “  sama – sama Thur, ya udah aku balik duluan yaa, udah jam ngantor siang ni, salam yaa ke Ahita kalau ketemu “
Fathur : “ iya sama – sama mas, sekali lagi maskasih ya mas infonya “

            Kedua pria tersebut berpisah di tempat kopi tersebut,dan masing – masing melanjutkan perjalanannya.Fathur pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya, setibanya di rumah, Fathur pun langsung membersihkan badannya, malam ini ia tak punya rencana untuk keluar jalan – jalan di malam hari, kaos putih yang menjadi andalan nya ketika d rumah dan celana selutut yang menjadi penampilannya semakin keren dan di tambah kacamata yang tak lepas dari wajahnya sehingga membuat nya semakin ganteng dan menjadi idaman setiap wanita yang menemuinya namun sayang Fathur orang nya gak mudah buka hati untuk orang yang baru di kenalnya, ia pun di kenal sosok yang menghargai keberadaan perempuan di muka bumi ini makanya ia tak pernah rela untuk menyakiti hati seorang perempuan apalagi untuk membuatnya menangis, benar – benar lelaki sempurna, idaman para wanita.

            Setelah menonton acara favoritnya di televisi, ia mencoba menghidupkan laptopnya yang sudah lama gak di hidupkannya lagi, ia mulai membuka e_mail nya dan banyak sekali pesan yang belum di bacanya namun ia mengurungkan niatnya untuk membaca email dari orang – orang, ia fokus untuk mengirimkan email kepada sang pemilki akun ahita.Khom@gmail.com


Haiii kamuu, wanita carrier dan sejumlah alat kema lainnya,wanita jenius, bahkan mampu membuatku berhari – hari mencari keberadaan mu,..

Kamu masih ingat kan cowok yang di pemakaman tempo hari, kalau gak salah, kamu nyamperin aku sambil memberi kalimat kalimat penyejuk hati padahal kita kan belum saling kenal...

Salam
FATHUR BRAMANTYA

Email pun terkirim, hati fathur semakin kencang berdetak, berulang ulang kali ia menatap layar laptopnya untuk melihat balasan emailnya namun sudah beberapa jam tak kunjung ada balasan dari sang pemilik akun, hingga fathur pun tertidur di meja dengan keadaan laptop yang masih menyala..

            Tepat jam 4 subuh, email Fathur di balas oleh Ahita..


Hai juga kamu, cowok yang di pemakaman tempo hari, apa kabar kamu ? apa kamu masih sering ke makam pacar kamu ?
Owh iya dari mana kamu tau kalau aku wanita carrier ?
Atau jangan – jangan kamu salah satu fans aku yaa,, ? hahaha candaa...

Eh iyaa kamu tau email aku ini dari mana ?
Tempo hari kamu nyariin aku di toko yaa ?
Kasir aku dah ngomong ke aku, makanya aku tau kamu bakal nyariin aku entah itu dengan cara apa, Cuma kaget aja kamu mencari aku via email...

Salam

Email pun di baca oleh fathur jam 5 pagi, fathur mencoba membalasnya..


Banyak yang aku pengen ceritain ke kamu dan Alhamdullilah ternyata kamu masih mengingat aku, kalau udah di baca ayook kita skypean aja biar enak ngobrolnya..

Salam
Fathur Bramntya

Seketika email Fathur di balas oleh Ahita


Ayoookk,, kamu add skype aku, Ahita.Khom aku udah buka skype sekarang.

Fathur pun membuka skype nya dan langsung add friend Ahita.Khom, fathur mencoba mengcalling Ahita dan di jawab...

Ahita :  “ hmmmm.....mau ngomong apa ni mas ? “

Athur : “ kamu lagi di mana tuh.. keliataan nya ke di tenda gitu ? “

Ahita : “ Iya, ni lagi di tenda.. coba liat sekeliling aku, ( ahita sambil memutar cam untuk
memperlihatkan sekeliling nya)

Athur : “ waaaahhh bener kata temen aku kalau kamu hidupnya pindah – pindah..”

Ahita : “ hihihihih gak juga kok mas Cuma lagi menikmati kehidupan, gimana rasanya jadi traveller...”

Athur : “ kereeen dong kamu, jadi kamu lagi di daerah mana ? “

Ahita : “ Aku lagi di lokasi danau, daerah probolinggo...”. “ mas mau ikut yaa “. Ahita mencoba mencairkan suasana...

Fathur : “ iyaa



Komentar

  1. Hallo yang punya tulisan ini.
    Saya baru membaca tulisan ini. cukup tertarik.
    Tapi kok tidak di lanjutin? Atau masih mencari ide untuk menulis lagi?
    Dan satu lagi, ini pemerannya fiksi atau justru nyata?

    Salam
    RKP

    BalasHapus
  2. terima kasih sudah mau membaca nya mas.
    ini cuma sekedar iseng nulis apa yang ada di pikiran..
    pemeran nya fiksi kok..

    rentan balas nya lama juga yaa..
    maaf yaa..
    salam.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebingungan Antara Mereka

Awal mula nama HENGO